Sunday, November 20, 2016

Headphone Vs Earbuds

Latar Belakang

Kalau mau mendengarkan musik, kamu biasanya butuh alat yang namanya headset. Dengan alat ini, kamu bisa mendengarkan musik tanpa harus terganggu oleh kebisingan dunia luar. Tetapi, tahukah kamu headset sebetulnya adalah istilah yang salah untuk menyebut benda kecil yang digunakan untuk mendengarkan sesuatu tanpa terdengar oleh orang lain?
Berdasarkan dari kamus Merriam-Webster, benda yang kita maksud tersebut secara umum disebut dengan earphone. Orang Indonesia biasanya secara umum menyebut benda tersebut sebagai headset, meski pada kenyataannya headset mengacu kepada headphone yang dilengkapi dengan mikrofon. Sementara, istilah yang betul untuk menyebut perangkat kecil yang digunakan untuk mendengarkan sesuatu (yang kalau sekarang biasanya disertakan dalam paket penjualan smartphone) itu adalah earbud.

Headphone
Untuk jenis yang ini, mungkin kamu suka lihat digunakan oleh para musisi yang sedang melakukan rekaman. Headphone memiliki ciri-khas ukurannya yang cenderung besar, dan cukup sulit untuk dibawa kemana-mana.

Headphone sendiri memiliki sub-kategori lagi, yaitu on-ear headphone dan over-ear headphone atau  full-size headphone. Headphone secara umum memiliki karakter yang bisa dibilang gabungan dari IEM dan Earbud, dalam artian dapat menghasilkan suara yang luas, dengan isolasi suara dunia luar yang cukup kuat.

Headphone yang jenis on-ear memiliki ukuran yang hampir sama besar dengan daun telinga, sehingga bantalan headphone akan duduk tepat di sekitar daun telinga. Walaupun pada dasarnya tergantung jenis dan merek, namun terkadang jenis on-ear headphone ini kurang nyaman bila digunakan dalam waktu yang lama. Headphone jenis ini juga cenderung memiliki tingkat isolasi yang rendah dan mobilitas yang lebih tinggi dari yang jenis over-ear (karena ukurannya yang lebih kecil).




Earbuds

Earbud ini adalah perangkat standar yang biasa digunakan orang-orang untuk mendengarkan musik. Salah satu alasan orang-orang memilih perangkat yang satu ini adalah karena tingkat mobilitasnya yang tinggi (ukurannya kecil, mudah dilipat, mudah disimpan).

Earbud memiliki karakter yang cenderung menghasilkan suara yang lebih lebar dan terbuka, karena bentuk dan cara pemakaiannya yang berada di luar lubang telinga. Meski begitu, harus diingat juga bahwa setiap merek dan tipe earbud memiliki ciri khas karakter suara yang berbeda-beda (misal ada yang bass-nya kuat atau treble-nya kuat).
Earbud sendiri memiliki sub-kategori lagi yaitu handsfree dan earpod. Handsfree, adalah jenis earbud yang memiliki mikrofon. Biasanya handsfree disertakan dalam paket penjualan smartphone. Sementara earpod adalah istilah yang digunakan untuk menyebut earbud keluaran apple yang disertakan dalam pemutar musik digital iPod. Nama ini mungkin diberikan untuk earbud milik iPod karena bentuknya yang unik dan berbeda dari kebanyakan earbud.



Tabel Perbandingan Headphone dan Earbuds

Headphone Model

Also Known As

Pros

Cons

Typical Cost

On-Ear Headphones

Supra-aural.
Supra-concha.
On-ear.
Street-style.
Behind-the-neck.
Behind-the-head.
Comfortable to wear.
Only has one cable, which can exit from one ear or down the back.
Heavier.
Less portable
Can put pressure on the ears.
$15 - $50

In-Ear Headphones

Intra-concha,
On-Ear
Street-style
Behind-the-neck
Behind-the-head
Lighter and sportier than on-ear neck bands.
Smaller transducers, so sound quality is not as good.
$40 - $150

Bluetooth Headphones

Wireless
No wires
Requires a battery
Can be heavy
Player must be Bluetooth enabled.
Can incur interference.
$80 - $300

Clips Headphones

Clip-ons
Sportclips
Earhooks
Hook-On
Over-Ear
Don't have the pressure of neckband headphones.
Two cables, one from each ear
Less holding pressure, cups can swing.
Uneven fitting equals uneven sound.
$10 - $50

Earbuds

In-Ear
Earphones
Earbuds
Intra-canal
Small and lightweight.
Seal reduces external noise allowing good sound quality.
Two cables.
Can be difficult to fit the individual's ear canal size.
Can fall out with a tug of a cable.
Bass response may be weak.
$20 - $80

Canalbuds (Noise- Isolating)

Noise-Isolating
Sound-Isolating.
Better sound quality.
Higher price.
$50 - $200

Canalphones

Canal.
Sound-Isolating.
Inner-Ear.
Canalphones.
Canalbuds.
In-Ear-Canal.
Inserts.
Isolation Earphones.
In-Ear Monitors (IEMs).
Used by professional artists for the sound quality.
May be too sound-isolating for sports, see below.
$80 - $350

Kesimpulan

Setelah kita melihat perbandingan ini kita dapat menyimpulkan bahwa ada banyak macam-macam alat untuk mendengarkan music saat ini, dan memiliki fungsi dan kelebihannya masing-masing. Kita harus dapat memilih yang sesuai kebutuhan dan budget yang kita punya. Tidak ada salahnya kita mempelajari sesuatu yang kita cari agar sesuai dengan kebutuhan kita, dan kita tidak akan menyesali pilihan kita dikemudian hari.

Sumber :

Friday, October 21, 2016

Perbandingan Air Cooler dan Air Conditioner

Latar Belakang

Produk AC Mini Portable ternyata hanyalah sebuah Mini Air Cooler “Personal Evaporative Cooling Fan” dan benar-benar bukanlah sebuah Air Conditioner. Kepopuleran Air Conditioner sebagai pendingin udara membuat penjual Air Cooler terkadang menyamakannya dengan Air Conditioner, Jelas ini salah kaprah atau mungkin hanyalah karena penjual Air Cooler belum mengetahui secara pasti apakah Air Conditioner itu. Untuk itu ada baiknya kita belajar bersama tentang Perbedaan Antara Air Cooler Dengan Air Conditioner ini, agar pemikiran yang salah kaprah itu dapat di luruskan dan calon pembeli Air Cooler nantinya tidak kecewa akan barang yang dibelinya.

Air Cooler atau Air Humidifier

Air Cooler atau Air Humidifier adalah sebuah alat yang dapat menghasilkan udara sejuk dan termasuk dalam perangkat pendingin udara atau penyejuk udara. Belakangan ini bentuk dan diameter dari sebuah Air Cooler di buat lebih mini dan hadir dengan desain medern dan futuristik. Dengan ukurannya yang mini tersebut, maka mobilitas akan semakin mudah, Mudah di pindah-pindah tempat dan di bawa kemana-mana, karena sekarang ini ada juga Air Cooler mini yang ukurannya panjangnya hanya 15 CM sehingga dapat di masukan di tas.


Kelebihan:
§  Harga lebih murah dari AC
§  Konsumsi listrik kecil (75-120 watt)
§  Perawatan sangat mudah (tidak perlu keahlian khusus)
§  Udara yang dikeluarkan lembab.
§  Hemat tempat

Kekurangan:
§  Hanya mampu menurunkan suhu udara sekitar 3-5 Celcius
§  Membutuhkan air ( bisa diisi air es agar bekerja dengan optimal)
§  bekerja kurang efisien pada kelembapan tinggi

Air Conditioner / Air Conditioning (AC)

Air Conditioner / Air Conditioning (AC) atau alat pengkondisi udara merupakan modifikasi pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk memberikan udara yang sejuk dan menyediakan uap air yang dibutuhkan bagi tubuh. Suhu udara pada saat musim panas yang sedemikian tinggi dapat mengakibatkan dehidrasi cairan tubuh yang dapat mengakibatkan kematian. Selain itu, Air Conditioner dimanfaatkan sebagai pemberi kenyamanan. Di lingkungan tempat kerja Air Conditioner juga dimanfaatkan sebagai salah satu cara dalam upaya peningkatan produktivitas kerja. Tingkat kenyamanan suatu ruang juga ditentukan oleh temperatur, kelembapan, sirkulasi dan tingkat kebersihan udara.


Kelebihan:
§  Bekerja sangat efektif di segala ruangan (sesuai kemampuan AC)
§  Mampu menurunkan suhu ruangan hingga suhu yang kita inginkan (pada umumnya hingga 16 Celcius)

Kekurangan:
§  Harga mahal (lebih mahal dari Air Cooler)
§  Konsumsi listrik besar ( menurut perhitungan fisika 1 PK=746 watt)
§  Perawatannya agak rumit
§  Mengeluarkan udara yang kering

Tabel Perbandingan Air Conditioner dan Air Cooler
Air Conditioner
Air Cooler
Menggunakan bahan pendingin Refrigeran (Gas)
Menggunakan bahan pendingin Air
Konsumsi listrik yang diperlukan besar
Konsumsi listrik yang diperlukan relatif kecil
Uap air kering
Uap air lembab dan basah
Perawatan mahal dan memerlukan Jasa Profesional
Perawatan mudah dan murah serta dapat dilakukan sendiri
Tingkat dingin dapat diatur hingga mendapatkan tingkat suhu tertentu dan berkelanjutan terus menerus
Tingkat dingin tetap, Jika ingin lebih dapat di upayakan dengan penambahan es batu, tidak berkelanjutan kecuali dilakukan isi ulang air dan es batu
Dapat mematikan virus, bakteri, jamur,parasit dan kuman
Karena udara dingin, lembab dan basah. Hal ini justru memungkinkan hadirnya virus, bakteri, jamur,parasit dan kuman
Udara tidak bercampur dengan debu
Udara bercampur dengan debu
Harga lebih mahal
Harga lebih murah dan terjangkau
Agak sulit untuk di pindah-pindah apa lagi di bawa-bawa
Mudah untuk dipindah bahkan di bawa-bawa
Dingin dan mendinginkan pada ruang secara keseluruhan dengan jangkauan luas
Dingin pada satu arah dengan jarak terbatas
Secara tidak langsung merupakan alat kesehatan
-

Kesimpulan

Setelah kita melihat perbandingan ini kita dapat menyimpulkan bahwa Air cooler memiliki biaya yang lebih murah, memiliki portabilitas yang tinggi, dan konsumsi listrik yang kecil, namun suhu tergantung dari jumlah es yang diberikan, sedangkan ac memiliki suhu yang dapat diatur dan cocok untuk ruangan yang besar.

Sumber :




Perbandingan Gorilla Glass dan Dragontrail Glass

Latar Belakang

Bagi pengguna gadget portabel seperti tablet atau smartphone tentunya sudah tidak asing lagi mendengar kata Corning Gorilla Glass, Oleophobic Coating atau Scratch Resistant Glass. Kalimat tersebut kerap kita lihat pada spesifikasi layar sebuah gadget, nama-nama ini adalah bahan perlindungan layar pada gadget Anda. Tidak hanya tahan akan goresan, perlindungan layar ini diklaim juga mampu melindungi kaca akan benturan sehingga tidak mudah pecah. Salah satu jenis screen protector yang paling terkenal adalah Corning Gorila Glass yang banyak dipakai pada ponsel saat ini. Namun, tidak hanya Corning Gorila Glass, masih banyak jenis-jenis pelindung layar lainnya yang sering digunakan. Berikut ini penjelasannya.

Corning Gorilla Glass

Gorilla Glass adalah jenis kaca yang dikembangkan oleh vendor asal Amerika, Corning. Oleh sebab itu kaca ini sering disebut juga Corning Gorilla Glass. Dengan kaca ini, layar smartphone kamu tidak perlu lagi menggunakan screen protector karena kaca ini sudah mengusung teknologi anti-gores. Bahkan Gorilla Glass diklaim memiliki ketahanan dalam menahan berat tertentu dan juga ukurannya yang tipis membuat sensitivitas layar semakin responsif.

Dragontrail Glass

Dragontrail Glass Merupakan produk dari Asahi Glass yang muncul dengan material anti gores dengan fisik yang lebih tipis dari Gorilla Glass dengan ketangguhan enam kali lipat dari soda-lime glass dan dibenamkan sebagai pelindung layar sentuh kapasitif dengan ketebalan 1 mm. Dengan Dragontrail, Asahi mencoba untuk bersaing dengan Gorilla Glass besutan Corning Inc. Corning Inc adalah pemain pasar kaca layar gadget terbesar di dunia. Dalam suatu video demo, Asahi Glass menguji ketahanan gores dan benturan, dengan dijatuhkan. Bahkan, Dragontrail mampu melewati uji tekuk (bending) dengan beban 60 kg dan pukulan palu, tanpa mengalami retak/pecah. Kaca Layar Dragontrail diklaim dapat melindungi perangkat dari goresan bahkan dari benda tajam sekalipun.




Tabel Gorilla Glass vs Dragontrail Glass


Gorilla Glass
Dragontrail Glass
Manufacturer
Corning from USA
Asahi from Japan
Type of Glass
alkali-aluminosilicate sheet glass
alkali-aluminosilicate sheet glass
Vickers Hardness Rating
622 to 701
595 to 673
Versions
Gorilla Glass, Gorilla Glass 2, Gorilla Glass 3, Gorilla Glass 4. Gorilla Glass 3 is 40% more strong and scratch resistant. Gorilla Glass 4 is up to two times tougher & stronger than its competitive glasses
Dragontrial Glass
Applications or Usage
Smartphones, Laptops, Tablets, Portable Media Players, Computer Displays and some Television displays
Smartphones, Tablets
Manufacturing Process
Ion-Exchange Method
Float Process
Popularity
Very Popular and Established Product
Not much Popular but gaining popularity
Properties
Scratch Resistant, Damage Resistance, Lightness and Thinness
Scratch Resistant, Damage Resistance, Lightness and Thinness


Kesimpulan

Setelah kita melihat perbandingan ini kita dapat menyimpulkan bahwa gorilla glass lebih baik pada test kekerasan Vickers yg memiliki nilai 622-701 sedangkan dragontrail glass hanya memiliki kekerasan 595-673. Namun dragontrail memiliki kelebihan yaitu harganya yang murah untuk kualitas yang hamper menyeimbangi gorilla glass, jadi bagi yang menginginkan kualitas seperti gorilla glass namun ingin harga yang lebih murah bisa memilih dragontraill glass.

Sumber :